Java Gardens

Catering: Dining & Drinking Java

Home
About Us
Contact Us
Site Map
Dinner Menu
Lunch Menu
Sunday Menu
Safe Indonesian Children
The Austin Chronicle
Indonesian Community
SATURDAY SEA FOOD BUFFET
I Love Free WiFi
Vegetarian Night
Investor Relation
Business Luncheon
Hospitality Consultant

Resembles of 60-80 Children 68% from Ambon troubles island that most parents were slaughtered by "JI" and 32% fostering from the poor famillies at Central Java. Except Iwan and little Martin at the right hand side. Most of those 32% Javanese children were Moslem.

Foster Kids Update from Br. Yohanes (the Charity Brothers), Nandan, Jogjakarta, Indonesia

Sat 6/23/2007 7:26 PM

Dua anak perempuan yang berdiri di belakang dua anak yang jongkok sudah lulus tahun lalu.

The two girls standing behind the other 2 who knelt, have been graduatd

Juga anak dari panti ambon yaitu Marlince dan MInggus lulus dan juga Esti dan Evi lulus.
Ini sedikit kabar dari Nandan. Also from Ambon boarding school, Marlince and Minggus whose graduated and also Esti and Evie as well.

Anak anak ini lulus ujian, kecuali satu anak laki yang di belakang dekat pak iwan itu sudah keluar dari sekolah SMP Karitas tahun lalu karena tak mau sekolah. All of our children have passed their high school except one boy who refused to finish his study or taking exam, he was standing right at the right hand side of Iwan Murtiono.

 

Equality for High Achiever

The Foster Kids Program:

1. Educate all of children who financially poor, due to no free public education in Indonesia

2. Providing sufficient healthy nutrient that would enable them to concentrate and stimulate their thinking process

3. Providing each of them with school uniforms, books, stationeries and a bicycle

4. Counceling every child to be ahead in mathematic, science and other subject that will qualify them for scholarship.

5. Empower and rehumanized them that will build their dignity and self confidence to help themself and reminded their natural social responsibility toward other poor children

6.Talent development to achieve the highest hope and to inspire them to help more trouble kids

7.Teaching independency and self survival incase assistancy were limitted or no longer avaiable


Anak-anak yang dibantu dalam pelayanan diakonia karitas, yang semua anak itu pernah ikut taman gizi yang diselenggarakan di rumah keluarga pak Iwan Murtiono, semuanya lulus ujian negara dan lulus SMP Karitas Nandan, jumlahnya ada 14 anak. All of 14 children that were taught by Karitas deacon services and joined the healthy nutrition programs at Iwan' House has been graduated at Federal Exam and school exam.Sementara peserta ujian dari SMP Karitas Nandan berjumlah 26 anak dan lulus semuanya.

Syukur kepada Tuhan. Juga terimakasih kepada Pak Iwan, Bu Iwan sekeluarga yang juga telah ikut serta memberikan peduli kasihnya.
Tuhan memberkati.
Salam
Br. Yoanes FC

 

From: Br Yoanes FC (bruderanygy@hotmail.com)

Sent: Thu 4/05/07 7:12 PM

INFO : Pelayanan Diakonia Karitas

 

Happy Easter (Selamat Paskah)

Meskipun sudah mengusahakan bantuan makan siang dua kali seminggu untuk 20 anak, masih ada beberapa orang anak miskin di sekolah mengalami tekanan darah rendah. Mereka mengeluh kepala pusing dan ngliyer serta lemes. Dari pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa mereka memang terkena tekanan darah rendah.

Rupanya asupan makanan berkurang yang diterima di panti tempat mereka tinggal. Sementara mereka harus belajar di Karitas Nandan yang gemblengan belajarnya termasuk berat. Mereka harus bersekolah dari pagi pk. 7 dan pulang sekolah pk. 15.

Program pemberian susu, vitamin, dan obat penambah darah dijalankan. Tiap pagi ke 4 anak mendapatkan pelayanan minum susu dan minum vitamin dan obat tsb. secara gratis. Juga pemberian tambahan lauk untuk anak-anak. Semua biaya adalah kemurahan kasih Tuhan lewat para donatur yang baik hati. Terimakasih Tuhan, terimakasih kepada para donatur yang menjadi representasi kebaikan Tuhan.

Tidak hanya itu, ternyata ditemukan ada anak yang kena penyakit kulit yaitu gudik. Akan dibuat program pengobatannya dengan mati obat dan pemberian salep dalam waktu singkat ini.

Kesibukan pelayanan diakonia karitas memang perlu kepekaan tentang keluahan kecil yang ada pada anak-anak dan siap melayani dengan kerelaan. Ini sungguh membutuhkan spiritualitas melayani Tuhan sendiri dalam diri anak-anak yang sering tak berdaya dengan keadaan yang melanda rakyat dan melanda mereka akhir-akhir ini. Di mana di seluruh Indonesia harga bahan makanan naik sampai pemerintah mengadakan operasi pasar untuk beras. Masalah pangan di negeri ini memang memprihatinkan bagi mereka yang kurang mampu dan miskin.

Terpujilah Tuhan yang Mahakasih.

Salam
Br. Yoanes FC
Pelayanan Diakonia Karitas